Banyak orang mengira stainless steel tidak bisa berkarat sama sekali. Ini tidak sepenuhnya benar. Nama "stainless" mengacu pada kemampuannya yang jauh lebih tahan karat dibanding baja biasa — namun dalam kondisi tertentu, stainless steel tetap bisa mengalami korosi atau noda coklat.
Ini terjadi karena lapisan pelindung stainless steel — lapisan pasif (passive layer) dari oksida chromium — bisa rusak atau terkontaminasi oleh zat tertentu seperti garam, asam, atau bahan kimia.
Bersihkan permukaan stainless minimal seminggu sekali dengan kain lembut yang dibasahi air hangat atau sabun cuci piring ringan. Gosok searah dengan garis finish untuk menghindari goresan.
Jangan gunakan produk pembersih yang mengandung klorin, pemutih (bleach), atau asam hidroklorat. Zat ini dapat merusak lapisan pasif dan mempercepat korosi.
Air yang menggenang — terutama air asin atau air yang mengandung mineral tinggi — dapat meninggalkan noda. Setelah terkena cipratan air, lap kering permukaan stainless sesegera mungkin.
Jangan meletakkan perkakas besi atau baja biasa di atas permukaan stainless dalam jangka panjang. Partikel besi yang tertinggal bisa menyebabkan karat transfer pada stainless Anda.
Untuk noda ringan: campurkan soda kue dengan sedikit air menjadi pasta, oleskan pada noda, diamkan 10-15 menit, gosok perlahan dengan kain lembut, lalu bilas bersih.
Untuk sidik jari: gunakan sedikit baby oil atau minyak mineral, gosok dengan kain microfiber.
Cahaya Pelita Steels — distributor stainless steel & aluminium di Bekasi. Stok ready, free ongkir Jabodetabek.